SELAMAT DATANG


   

<< November 2009 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30


Pantun Atma

Pergi ke hutan mencari kernam
Berhenti menatang air tawar
Bulan sakit matahari demam
Kemanakah bintang minta penawar

Pergi ke hutan mencari kernam
Pulang bersua burung serindit
Bulan sakit matahari deman
Bintang berdoa di ufuk langit

Pisau raut dua tiga
Letak di peti dalam perahu
Dalam laut boleh di duga
Dalam hati siapa yang tahu

Pisau raut dua tiga
Letak dipeti dalam perahu
Dalam laut boleh di duga
Dalam hati tuhan yang tahu

Tun Kudu orang Melayu
Tun Tuah orang Melaka
Termenung menanggung rindu
Terkenang tuan dekat di mata

Ranjau lingkar pesona berduri
Ranum selasih sejak temurun
Walau tiada khabar sehari
Namun kasih tetap berkurun

Kalau tuan pandai menyurat
Suratkan saya di kertas biru
Kalau tuan pandai mengubat
Ubatkan saya hati yang rindu

Khabar sakti bingkisan istana
Puncak berlalu sehebat kalbu
Sabarlah menanti duhai adinda
Kelak ketemu terubat rindu

Meracau kuda berlari tersedu
Hilang kata tiada terperi
Jikalau dinda berhati rinddu
Pejamkan mata lenakan diri

Ranjau lingkar pesona berduri
Ranum selasih sejak temurun
Walau tiada khabar sehari
Namun kasih tetap berkurun

Rumah bonda tiada bertangga
Santai tenung gerbang budi
Ingatan dinda amat berharga
Bagai burung terbang di hati

Orang menyambung di tanjung keling
Ayam borek tumpang sebelah
Salam burung kepada ranting
Bolehkah hamba menumpang singgah

Tumbuh melata si pohon sagu
Hujan petang melenggang punggah
Lama sudah ranting menunggu
Burung datang menumpang singgah

dari mata datangnya permata
Dari kayangan turun ke dawa
Dari mana datangnya cinta
Dari mata turun ke jiwa

Dari mana burung dewata
Dari mega randai ke bumi
Dari mana berkalung cinta
Dari mata rantai ke hati

Sungguhkah tuan beli jerami
Kalau sungguh mana diannya
Sungguhkah tuan cintakan kami
Kalau sungguh mana buktinya


Sapardi Djoko Damono
Hujan Bulan Juni

tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni

dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan juni

dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif dari hujan bulan juni

dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu

Web Pages referring to this page
Link to this page and get a link back!

|| TETAMU ||

~bermula 5 November 06~

Free web counters
Free web counters
~bermula 9 November 06~


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed


Monday, February 25, 2008
Puisi RENDRA

"kerana aku adalah wanita

melingsirkan air mata atas derita

jiwaku"

Bersatulah Pelacur-Pelacur Kota Jakarta

 

Pelacur-pelacur Kota Jakarta

Dari kelas tinggi dan kelas rendah

Telah diganyang

Telah haru-biru

Mereka kecut

Keder

Terhina dan tersipu-sipu

 

Sesalkan mana yang mesti kausesalkan

Tapi jangan kau lewat putus asa

Dan kaurelakan dirimu dibikin korban

 

Wahai pelacur-pelacur kota Jakarta

Sekarang bangkitlah

Sanggul kembali rambutmu

Karena setelah menyesal

Datanglah kini giliranmu

Bukan untuk membela diri melulu

Tapi untuk lancarkan serangan

Karena

Sesalkan mana yang mesti kau sesalkan

Tapi jangan kaurela dibikin korban

 

Sarinah

Katakan kepada mereka

Bagaimana kau dipanggil ke kantor menteri

Bagaimana ia bicara panjang lebar kepadamu

Tentang perjuangan nusa bangsa

Dan tiba-tiba tanpa ujung pangkal

Ia sebut kau inspirasi revolusi

Sambil ia buka kutangmu

 

Dan kau Dasima

Khabarkan pada rakyat

Bagaimana para pemimpin revolusi

Secara bergiliran memelukmu

Bicara tentang kemakmuran rakyat dan api revolusi

Sambil celananya basah

Dan tubuhnya lemas

Terkapai disampingmu

Ototnya keburu tak berdaya

 

Politisi dan pegawai tinggi

Adalah caluk yang rapi

Kongres-kongres dan konferensi

Tak pernah berjalan tanpa kalian

Kalian tak pernah bisa bilang 'tidak'

Lantaran kelaparan yang menakutkan

Kemiskinan yang mengekang

Dan telah lama sia-sia cari kerja

Ijazah sekolah tanpa guna

Para kepala jawatan

Akan membuka kesempatan

Kalau kau membuka kesempatan

Kalau kau membuka paha

Sedang diluar pemerintahan

Perusahaan-perusahaan macet

Lapangan kerja tak ada

Revolusi para pemimpin

Adalah revolusi dewa-dewa

Mereka berjuang untuk syurga

Dan tidak untuk bumi

Revolusi dewa-dewa

Tak pernah menghasilkan

Lebih banyak lapangan kerja

Bagi rakyatnya

Kalian adalah sebahagian kaum penganggur yang mereka ciptakan

Namun

Sesalkan mana yang kau kausesalkan

Tapi  jangan kau lewat putus asa

Dan kau rela dibikin korban

Pelacur-pelacur kota Jakarta

Berhentilah tersipu-sipu

Ketika kubaca di koran

Bagaimana badut-badut mengganyang kalian

Menuduh kalian sumber bencana negara

Aku jadi murka

Kalian adalah temanku

Ini tak bisa dibiarkan

Astaga

Mulut-mulut badut

Mulut-mulut yang latah bahkan seks mereka politikkan

 

Saudari-saudariku

Membubarkan kalian

Tidak semudah membubarkan partai politik

Mereka harus beri kalian kerja

Mereka harus pulihkan darjat kalian

Mereka harus ikut memikul kesalahan

 

Saudari-saudariku. Bersatulah

Ambillah galah

Kibarkan kutang-kutangmu dihujungnya

Araklah keliling kota

Sebagai panji yang telah mereka nodai

Kinilah giliranmu menuntut

Katakanlah kepada mereka

Menganjurkan mengganyang pelacuran

Tanpa menganjurkan

Mengahwini para bekas pelacur

Adalah omong kosong

 

Pelacur-pelacur kota Jakarta

Saudari-saudariku

Jangan melulur keder pada lelaki

Dengan mudah

Kalian bisa telanjangi kaum palsu

Naikkan tarifmu dua kali

Dan mereka akan klabakan

Mogoklah satu bulan

Dan mereka akan puyeng

Lalu mereka akan berzina

Dengan isteri saudaranya.

 

RENDRA

(sumber Buku Puisi-puisi Rendra terbitan Dewan Bahasa dan Pustaka)

 

ANEKDOT

Ada seseorang sangat menyukai puisi ini. Katanya erotik yang sinikal. Asyik dilaung-laung ditelinga saya.


Posted at Monday, February 25, 2008 by ainunL_muaiyanah
ada pendapat, komen, bisikan?  

Sunday, February 17, 2008
Hanya Memuji

"hati saya pun berbunga

seperti kuntum mekar

menanti cahaya panahan suria"

 

Dahulu saya pernah jatuh cinta pada satu puisi yang tersiar di Dewan Siswa seingatnya sekitar tahun 2002. Saya tulis alamat penulisnya dalam buku kecil dan bersungguh akan cuba menghantar email sebab saya sememangnya jatuh cinta sejak pertama kali membaca puisinya. Akhirnya saya terlupa atas banyak sebab. Sebab pertamanya saya takut nak mulakan menghantar email kenal-kenal ni. Takkanlah isi email itu berbau begini "Abang A****, saya minattttttttttttt dan jatuh cintaaaaaaaaa sangat dengan puisi abang." Mahunya di delete email saya tanpa terus membacanya. Sebab keduanya buku kecil itu hilang semasa saya berkemas dihujung tahun. Mungkin ada toyol atau jin-jin yang berminat membaca coret-coret saya yang herot dan tak teratur. Sebab ketiganya kerana entah saya pun dah lupa~.=)

 

Kini setelah enam tahun saya menyimpan cinta (sebab cinta saya dah jatuh kan) akhirnya saya bertemu juga dengan tuan punya puisi yang membuat cinta saya bergolek-golek terjatuh. Huh… saya jumpa kembali puisi yang saya suka amat itu dan tentu nama penuh serta alamat emailnya. Oh dia orang utara. Ketika itu saya sudah teringat sebab keempat mengapa saya tidak mengantar email padanya dulu-dulu. Sebab dia orang UTARA. =)

 

Setelah saya jumpa email dan namanya terus saya taip di ruang carian, manalah tau kot-kot terjumpa. Usaha saya berhasil, saya terjumpa blognya. Sampai kini saya masih lagi belum menghantar email padanya ataupun meninggalkan jejak-jejak kaki, tangan di blognya. Dan alasan saya tak email si penulis itu menjadi bertambah-tambah.  Tapi kes jatuh cinta ini berulang kembali. saya memarahi diri, mengapa hati saya tidak tergerak untuk mencarinya lebih awal sebab rupanya dia study tersangatlah hampir dengan kg halaman saya. Kalau tidak bolehlah kami bertentang mata dan bercanda di meja kopi.  Sekarang penulis itu baru sahaja menamatkan pengajiannya di UNIVERSITI KERAJAAN SWASTA. Isk2.. dan saya terlepas untuk menonton teater arahannya yang bertajuk SAKIT, teater terakhirnya sebelum bergelar graduan. Isk~.

 

Malah setelah mengunjung blognya barulah saya sedar saya juga sudah lama jatuh cinta pada karya-karyanya yang lain selama bertahun-tahun cuma saya tak pernah sedar. Karyanya minimilas tetapi wacananya ada. Oh dia tidak perlu kontroversi dalam karya tetapi saya rasa ada bias sindir-menyindir dan maksud itu terhantar tepat. Saya simpan karya-karyanya dalam bentuk softcopy (maaf, bukan untuk plagiat ya). Sebenarnya saya juga jatuh cinta pada cerpen yang tersiar pada bulan yang sama dan majalah yang sama. Malah saya telah bertentang mata dengan penulis cerpen itu. Penulis cerpen itu pantas saya kenali lantaran karyanya yang agresif tersiar berbanding si penulis sajak 'sekeping kad' itu. (pengajarannya pada saya jangan tidak aktif berkarya, nanti pembaca (baca :peminat ) lari..hehe~)

 

Tetapi saya rasa, saya akan email si penulis itu juga suatu hari nanti. Sebab?  Ketika cerpen Mencari Qudwah tersiar di Dewan Siswa ada beberapa orang pembaca (baca : peminat) mengutus email mengucapkan minatnya pada cerpen saya. Bunga-bunga menguntum dihati dan saya makin bersemangat untuk berkarya. Mungkin teknik ni menjadi padanya siapa tau kan??? Huh~

 

ANEKDOT

Hendak tahu puisi si penulis yang membuat saya jatuh cinta hampir 6 tahun lamanya? Ada orang bertanya "yana , kau jatuh cinta selama 6 tahun hanya kerana sebuah puisi?." Hello! Satu puisi ayau satu kata pun boleh merubah dunia dan nasib seseorang tau.

 

 

Sekeping Kad (Dewan Siswa Februari 2002)

Sekeping Kad
Ada bait kecil larik tinta biru
Terjambak gambar depan
Ropol bunga harum wangi
Pada bingkis bintik pecah merah jambu
Kukoyakkan garis lurus panjang
Dengan hati tertanyakan
Itukah engkau yang selalu lenyap


Ketika atmaku menjentik gelisah
Dan mestikah kali ini
Kau tangkaikan
Bingkai kenangan lalu
Biarpun gundahku itulah
Ingatan hijau yang kau biarkan lembik
Dikeronyok masa

Dan..
Sekeping kad ini
Bersama nama tidak tertulis
Ada rindu yang terkucur
Pada malam tiris hujan
Sendu ini menjadi lecur

 

A**** O*****

Alor Star


Posted at Sunday, February 17, 2008 by ainunL_muaiyanah
ada pendapat, komen, bisikan?  

Thursday, February 14, 2008
Oh Lelaki Edisi Februari 08

CEMBURU ATAU AMBIL TAHU???

Andika

Dia teman lama saya. Hubungan kami tidaklah terlalu rapat tapi tidaklah renggang amat. Hubungan kami lengkap masam manis dan ada pasang surutnya.

Suatu hari Andika menghubungi saya, tanpa disangka dan tanpa diduga. Entah angin mana yang melanda atau mungkin sebab Hotlink buat promosi unlimited talk 12am-12pm maka barulah dia berdikit beringat ingin menghubungi saya.

Andika atau lebih glamour dengan panggilan Adi memang gila-gila dan lucu amat. Saya tidak tahan menahan tawa mendengar leluconnya. Tiba-tiba dalam perbualannya sempat dia menyelit kata. "Yana, kalau kau ada kawan yang cun dan masih single, promote kat aku ya."

Wah! masa itu saya provok Adi. Setahu saya, dari gosip-gosip liar, dia baru sahaja menjalin hubungan 'kasih-sayang mesra' dengan teman setutorial nya tahun lepas. Malah kadang-kala terlebih mesra pula sampai menjengkelkan jadinya. Adi ringkas menjawab "kami tidak sehaluan". Ringkas dan padat menghantar isyarat Adi tidak mahu panjangkan cerita. Saya provok lagi, tidak puas hati. Saya tahu Adi tidak lokek cerita. Adi mengalah sambil memerli saya mamarazzi hebat.

Kata Adi, dia rimas amat. Walaupun Siti itu menepati ciri-ciri perempuan yang dia suka (Adi ada senarai panjang ciri-ciri perempuan, list paling atas putih dan berdahi licin), namun Siti agak merimaskan.

"Bayangkanlah Yana, asyik merajuk sahaja. Bila aku tidak pujuk (atau sebenarnya dia memang tak pujuk langsung, saya pun tak pasti), pasti kata aku tak sayang. Susahlah. Kadang-kala merimaskan juga. Perempuan kena jadi memahami, aku sibuk dan banyak komitmen lain. Bukan dia seorang sahaja yang aku kena fikir(ayat ini mmg mencurigakan sungguh) Kalau aku tak ingat nak wish apa-apa contohnya ulang bulan sekalipun, muncungnya sudah sedepa tau, siap boleh ikat-ikat lagi."

Cerita Adi panjang lagi, tetapi cacat dan celanya lebih berat pada Siti. Tetapi di akhir ceritanya yang penuh dengan sungutan dia sempat berkata  "Mungkin aku harus juga berterima kasih dengan Siti sebab dia cam banyak bersabar je dengan aku."

Saya baru sahaja hendak menghambur kata namun mendengar kata-kata Adi yang terakhir itu hati saya jadi sejuk semula. Ya, perempuan memang tidak lepas dari sifat mahukan perhatian. Saya tahu Adi golongan lelaki alaf baru, gentleman dan metroseksual (mungkin) . Adi pandai mengambil hati perempuan di sekelingnya. Malah dengan lesung pipit dan smiling eyes manalah perempuan tidak berasa gundah. Kata-katanya manis sehingga kadang-kala saya memerli "Adi, kalau semut pi mulut hang, confirm kena diebetis melingtus tau. Menanam tebu di pinggir bibir sungguh".

Perempuan sememangnya suka mengambil tahu. Jika tidak masakan boleh timbul kes gosip-mengosip. Malangnya lelaki sering salah tafsir, sikap mengambil tahu dikata mengongkong. Oh lelaki, fikiran yang lurus itu kadang-kala kompleks juga. Mahu dirincikan disini?  Saya cetek pengalaman untuk mengulas tapi ini apa yang saya lihat dan dengar dari kawan-kawan keliling. Contohnya kalau si perempuan sekadar mahu tahu apa yang berlaku dalam hidup si lelaki itu seharian dikatanya queen control. Heloo... apa yang susah sekadar beritahu sebab perempuan sememangnya suka mengambil tahu (inikan ciri-ciri bakal ibu yang baik). Ada pula si perempuan yang suka bertanya si dia keluar dengan siapa? Kemana? itu pula dikatanya limpahan cemburu tengah beraja. Walhal si perempuan sekadar ambil berat dan ingin tahu. Ya... sikap suka ambil tahu dan ambil berat ini selalu ditafsir cemburu atau apa-apa lah yang negatif yang lebih tepatnya DIKONGKONG.

Oh saya tidak tahu kalau-kalau komen saya ini tepat atau tidak tetapi Adi hanya diam (mungkin tengah mengangguk-anggukkan kepala). Kemudian dihujung bicara Adi membalas "Mungkin betul juga kata-kata kau tu." Lalu pendapat saya mungkin betullah kan?

 

ANEKDOT

HAri Ini kononnya hari berkasih sayang....  Saya sekadar golek-golek bersama buku HArry POtter DAn Putera berdarah Kacukan (saya peduli apa orang kata saya kolot baca versi BM) dan timbunan assignment yang menggunung. Saya rasa kasih sayang saya makin tipis-tipis. RAsa sayang eh Rasa sayang sayang ehhh ~~~~~~


Posted at Thursday, February 14, 2008 by ainunL_muaiyanah
ujaran katas (5)  

Sunday, February 10, 2008
Oh Tergoda

"aroma buku menerpa

membuat aku jatuh cinta

pertama kalinya"

 

Saya sememangnya tidak boleh ke kedai buku. Saya mudah digoda dengan deretan buku dan sanggup menghabiskan masa berjam-jam semata-mata untuk membeli walau satu buku. Ketika lelah menunggu rakan bershopping di Pasar Payang, saya terpandang kedai buku Alam Akademik dan terus masuk. Saya terkejut sebenarnya sebab tak tahu sebenarnya kat bandaraya warisan pesisir air ada juga yang menjual buku DBP selain kedai buku rujukan sekolah (buku-buku yang dijual kebanyakan buku rujukan SPM , UPSR, STPM)

 

Apabila saya melangkah, saya terasa di syurga buku. Deretan buku-buku terbitan DBP mencuri pandang. Sekejap saya memanah pandang kumpulan puisi. Ada kumpulan puisi Sasterawan Negara Muhammad Haji Salleh, Siti Zaleha Hashim. Kemudian saya tergoda dengan buku-buku yang memenangi Sayembara Jubli Emas DBP. Hikayat Qaziq karya Siti Jasmina Ibramin minta ditelan ceritanya. Mahabbah, buah tangan datuk Profesor Emeritius Haji Shanon Ahmad yang sarat pemikiran kemuhasabahan serta deretan judul-judul buku lain menduga dompet saya.

 

Kemudian saya terpandang buku-buku terbitan PTS yang berwarna-warni kulitnya. Aduh.. saya mengira-kira wang yang ada. Dihitung ditolak dibahagi didarab, segala formula matematik bercampur aduk dalam fikran. Sebelah rak buku PTS, himpunan buku pemenang HSKU (Hadiah Sastera Kumpulan UTUSAN) mencuri pandang dan memanah hati. Hati saya dibelah-belah.

 

Akhirnya, saya tekad. Saya meninggalkan Alam Akademik dengan buku Harry Potter : Putera Berdarah Kacukan karya J.K Rowling dan 2 buah majalah ( Dewan Masyarakat dan Dewan Sastera). Nah sudah saya katakan, saya sememangnya tidak boleh ke kedai buku. Lain yang direncana, lain yang mengoda, lain pula yang saya bawa pulang?

 

ANEKDOT

Tahniah kak Hanie Salwah. Cerpen TERIMA KASIH UNTUKMU tersiar di Dewan Sastera Februari 08.


Posted at Sunday, February 10, 2008 by ainunL_muaiyanah
ujaran kata (1)  

Thursday, January 24, 2008
EH! Lelaki Edisi Januari 08

 

- Hai awk. Tgh wat pe?

[ Dahi saya berkerut. SMS dari nombor yang tidak dikenali menerjah inbox saya]

 

+ Maaf.. Siapa ni?

[ Manalah tahu mungkin kawan-kawan lama saya menyapa dan saya kehilangan no mereka.]

 

- Sy Syafiq (bukan nama sebenar, ni contoh je). No awk ni dh lm ada dlm hp sy.

[Kerut di dahi bertambah. Ishhh tak ada pula kawan-kawan saya nama seperti itu.]

 

+ Saya tiada kawan nama tu la. Maaf ya mungkin salah no ni.

 

- kalo cm 2, kita bkenalan la. Siapa nama awk? Sek kt ne? Umur berapa?

[ Ait kata save nombor saya. Takkanlah nama saya pun tak tahu. Musykil bin ajaib. Saya kesan macam lagu Adam AF2 pula. Saya jadi bosan. Langsung saya tak melayan mesej darinya. Beberapa minit, intro dari lagu 'putera lantai emas' berdendang-dengdong. Misscall dari nombor itu bertalu-talu macam torpedo. Saya jadi geram. Kemudian mesej merayu damba. Saya jadi lemas]

 

+ Maaf, saya tengah sibuk melayan suami dan anak-anak.

[ Saya berharap kata-kata itu mematikan sikap keanak-anakannya. Ialah takkan nak kacau isteri org kan]

 

- Tipulah. Sy tau awk ni student lagi kan? Ala x kan nak bkenalan x leh.

[ait??? Tadi kata tak tahu nama saya. Bila saya kata saya ini pangkat isteri orang, tahu pula saya student. Seakan-akan sudah menyeluruhi profile saya. Langsung saya hantar nombornya ke screen number. Nombornya saya save sebagai MAMAT GILA. Aman dunia sebentar]

 

Tiba-tiba roomate saya menyapa, "yana kau tau tak ini nombor siapa. Asyik dok kacau aku sahaja". Saya tekan nombor tersebut, nama mamat gila terpapar. Saya tergelak sambil memandangnya dengan senyum yang pantas ditafsir oleh roomate saya. Kami saling bertukar handphone, beberapa minit kemudian, tawa kami berderai tanpa henti.

 

Anekdot

Tolonglah jangan menjual nombor saya sebarangan. Saya tidak berminat ingin berkenalan. Saya sudah berkahwin dan ada 4 orang anak yang comel-comel. Mengerti! Huh~Shades


Posted at Thursday, January 24, 2008 by ainunL_muaiyanah
ujaran kata (1)  

Thursday, September 20, 2007
Salam Ramadan.....

Sempena Ramadan Al-mubarak, saya mohon maaf sekiranya ada tersalah bicara, mohon Ramadan ini menjanjikan seribu barakah untuk kita , UmatNya


Posted at Thursday, September 20, 2007 by ainunL_muaiyanah
ada pendapat, komen, bisikan?  

Tuesday, September 18, 2007
In Love : 25th Anniversary

Semasa bersenang-senang melayari internet tempoh hari, saya terjumpa berita Ebiet G. Ade sudah melancarkan album terbarunya lewat April lalu. Sememangnya tak senang duduk sungguh. Langsung sekarang ini saya diulit lagu “ Demikianlah Cinta”, daripada album terbarunya “in Love : 25th anniversary” yang ditujukan khas untuk isterinya, Yayok Sugiato sempena ulang tahun perkahwinan mereka. Selain daripada musical puisi Sapardi Djoko Damono, saya senang amat mendengar kompilasi lagu-lagu Ebiet G. Ade. Ada makna yang tersirat. Lagu puisi Ebiet pernah digunakan untuk lagu latar iklan petronas 2 tahun berturut iaitu “aku ingin pulang” dan lagi satu tajuk saya lupa pula.

 

 

 

1. Nyanyian Rindu (New Arrangement.)
2. Camellia III (New Arrangement.)
3. Cinta Sebening Embun
4. Elegi Esok Pagi
5. Lagu Untuk Sebuah Nama
6. Apakah Ada Bedanya
7. Camellia II
8. Cintaku Kandas Di Rerumputan
9. Nyanyian Kasmaran
10. Camellia I
11. Ingin Kupetik Bintang Kejora
12. Cinta Di Kereta Biru Malam
13. Seberkas Cinta Yang Sirna
14. Kontradiksi Di Dalam
15. Camellia IV
16. Demikianlah Cinta (New Song
)

 

 

 

Demikianlah Cinta

Ebiet G. Ade

 

Kata demi kata ku rangkai untukmu

Nampaknya tak sepenuhnya kau mengerti

Memang yang ku tulis kalimat bersayap

karena begitulah puisi

Namun sesungguhnya

Aku hanya ingin mengatakan

 

Aku cinta kamu

Cinta seperti kupu-kupu yang terbang melayang

Sayapnya warna-warni memabukkan

Bila kau kejar ia terbang semakin jauh

Bayangnya pun tak mampu kau raih

Bila engkau diam ia akan datang menghampiri

Hinggap di hatimu

 

Kekasihku ulurkan jemari tanganmu

Dekaplah aku ke dalam helaan nafas

Oh, rindu biarkanlah terbakar

Oh, cemburu biarkanlah membara

Sebab, oh, demikianlah cinta.

 

 

p/s benarlah, cinta itu kadang-kadang tanpa pengucapan.


Posted at Tuesday, September 18, 2007 by ainunL_muaiyanah
ujaran katas (2)  

Previous Page Next Page